
Pasaman, Informasinegara.com — Di balik berbagai capaian sektor kesehatan di Kabupaten Pasaman, terdapat peran konsisten Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman yang bekerja senyap namun berdampak besar. Dalam kondisi anggaran terbatas dan fasilitas yang belum sepenuhnya memadai, organisasi kemanusiaan ini tetap menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, PMI Pasaman mencatat sejumlah capaian signifikan. Angka kematian ibu melahirkan di daerah tersebut tercatat nol. Ketersediaan darah pun berada dalam kondisi surplus, sehingga berbagai kebutuhan transfusi baik untuk persalinan, tindakan operasi, maupun kondisi darurat lainnya dapat terpenuhi tepat waktu.
Kontribusi tersebut turut menopang capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Pasaman yang kini berada pada peringkat kedua terbaik di Sumatera Barat. Ketersediaan darah yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas layanan kesehatan di daerah.
Namun, di balik capaian tersebut, PMI Pasaman menghadapi tantangan mendasar, terutama dalam penguatan Unit Transfusi Darah (UTD). Untuk melengkapi sarana dan prasarana sesuai standar serta memenuhi seluruh persyaratan perizinan operasional, dibutuhkan anggaran minimal Rp400 juta.
Sementara itu, dana hibah yang tersedia bagi PMI Pasaman saat ini berada di kisaran Rp150 juta. Anggaran tersebut harus mencakup berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pelayanan donor darah, pembinaan relawan, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya. Keterbatasan ini membuat upaya pemenuhan kelengkapan UTD berjalan tidak mudah.
Padahal, keberadaan UTD yang representatif dan memenuhi standar merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas, keamanan, dan keberlanjutan layanan transfusi darah. Tanpa dukungan peralatan yang memadai, potensi gangguan terhadap pelayanan dapat terjadi, terutama saat kebutuhan meningkat.
Di tengah kondisi tersebut, jajaran pengurus dan relawan PMI Pasaman tetap menunjukkan komitmen tinggi. Mereka terus memperluas jejaring donor darah, meningkatkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta menjaga kualitas pelayanan secara profesional.
Capaian yang diraih PMI Pasaman membuktikan bahwa dedikasi dan manajemen yang baik mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Namun, keberlanjutan layanan kemanusiaan ini membutuhkan dukungan yang lebih kuat dari berbagai pihak.
Penguatan UTD bukan semata kebutuhan organisasi, melainkan investasi kemanusiaan bagi masyarakat Pasaman. Sebab pada akhirnya, setiap fasilitas yang terpenuhi dan setiap alat yang tersedia berkontribusi langsung pada satu hal yang paling mendasar: menyelamatkan nyawa.
Rf




