Kapolda Sumbar Instruksikan Penindakan Tambang Emas Baktar-Nora: Tak Ada yang Kebal Hukum

Uncategorized141 Dilihat

 

Padang, 18 Oktober 2025 — Aroma kuat pelanggaran hukum dalam aktivitas tambang emas yang dikelola oleh Baktar dan Nora di Sumatera Barat akhirnya memantik reaksi keras dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar. Kapolda Sumbar secara terbuka angkat bicara, menegaskan bahwa tak akan ada toleransi terhadap praktik tambang ilegal yang merugikan lingkungan, masyarakat, dan negara.

Dalam pernyataan terbarunya, Kapolda mengaku telah menginstruksikan langsung Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) serta seluruh Kapolres di wilayah Sumbar untuk menindaklanjuti setiap informasi dan pengaduan masyarakat terkait aktivitas tambang emas tersebut. Penanganan kasus ini diperintahkan berjalan cepat, transparan, dan kolaboratif dengan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.

> “Kami tidak akan diam. Seluruh jajaran sudah saya perintahkan untuk menyelidiki dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum, tanpa pandang bulu. Semua informasi dari masyarakat wajib ditelusuri tuntas,” tegas Kapolda.

 

Langkah ini dinilai sebagai respons tegas terhadap semakin masifnya tekanan publik dan sorotan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan Baktar dan Nora, dua pihak yang selama ini disebut-sebut mengelola tambang emas di wilayah dua koto nagari simpang tonang utara jorong perdamaian (SINABUAN) dengan status hukum yang belum jelas.

Sejalan dengan itu, Gubernur Sumatera Barat juga telah mengeluarkan instruksi resmi, mendorong agar pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal dilakukan secara paralel antara Pemda dan aparat penegak hukum.

Kepentingan Siapa yang Dilindungi?

Aktivitas tambang emas di Sumatera Barat bukan hanya soal bisnis. Di balik gemerlap kilau emas, tersimpan potensi kerusakan lingkungan, konflik agraria, dan pembiaran hukum. Nama Baktar dan Nora mulai mencuat dalam beberapa waktu terakhir, setelah laporan masyarakat dan investigasi lapangan menunjukkan adanya indikasi eksploitasi sumber daya tanpa izin lengkap, serta dugaan keterlibatan pihak-pihak kuat di belakangnya.

Publik kini menanti: apakah Kapolda Sumbar benar-benar akan membongkar aktor-aktor besar di balik gurita tambang ilegal ini? Atau, apakah penegakan hukum kembali akan tersandera oleh kepentingan politik,

Yang jelas, mata publik tengah tertuju ke Sumatera Barat. Dan sejarah akan mencatat, siapa yang benar-benar berdiri untuk hukum dan keadilan — dan siapa yang bermain di balik bayang-bayang kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *