AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Pemerintah Caracas Membantah

POLITIK102 Dilihat

Indonesia, Informasinegara.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer di Caracas. Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump, namun hingga kini dibantah oleh pemerintah Venezuela dan belum dikonfirmasi secara independen oleh lembaga internasional.

Mengutip laporan ANTARA dan sejumlah media internasional, Trump menyatakan bahwa Maduro ditangkap tanpa perlawanan berarti dan kemudian dibawa keluar dari Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan media sosial dan pernyataan singkat kepada pers pada Sabtu (3/1).
Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah “menyelamatkan rakyat Venezuela”, meski tidak merinci dasar hukum maupun mekanisme penangkapan kepala negara berdaulat tersebut.

Pemerintah Venezuela Bantah

Pemerintah Venezuela secara tegas membantah klaim penangkapan tersebut. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyebut pernyataan AS sebagai disinformasi dan propaganda politik.

“Kami menuntut bukti nyata terkait keberadaan dan kondisi Presiden Nicolás Maduro. Tanpa itu, klaim ini tidak dapat dipercaya,” ujar Rodríguez, seperti dikutip Reuters.

Caracas juga menilai tindakan AS, jika benar terjadi, sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan menyatakan siap membawa persoalan ini ke forum internasional.

Situasi di Caracas

Sejumlah media internasional, termasuk Associated Press (AP), melaporkan adanya peningkatan aktivitas militer dan suara ledakan di beberapa titik di Caracas pada waktu yang berdekatan dengan pengumuman Trump. Namun laporan tersebut belum mengonfirmasi secara langsung keberadaan atau penangkapan Maduro.

Di sisi lain, ratusan pendukung pemerintah Venezuela dilaporkan berkumpul di sekitar Istana Miraflores untuk menunggu pernyataan resmi lanjutan dari pemerintah.

Belum Ada Konfirmasi Independen

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun lembaga internasional independen lainnya yang memastikan klaim AS tersebut.

Pengamat hubungan internasional menilai situasi ini masih berkembang dan rawan dimanfaatkan sebagai perang narasi geopolitik.

“Dalam konflik internasional, klaim sepihak—terutama yang menyangkut operasi militer dan kepala negara—harus diverifikasi secara ketat,” kata seorang analis yang dikutip Reuters.

Perkembangan Dipantau Sejumlah negara dan organisasi internasional dilaporkan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela. Hingga kini belum ada keputusan atau sikap resmi dari Dewan Keamanan PBB terkait klaim tersebut.

Informasinegara.com akan terus mengikuti perkembangan terbaru dan menyajikan informasi berdasarkan sumber-sumber yang dapat diverifikasi.

Rf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *